Rabu, 14 Desember 2011

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

A. ANGKET

Angket ( Self – administered questionnaire ) adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan ( respons ) atas atau menjawab pertanyaan- pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat menggunakan teknik ini, tentu saja para responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang memadai umtuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.

Keuntungan teknik angket adalah :
1. Angket dapat menjangkau sample dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos.
2. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah.
3. Angket tidak terlalu menggangu responden Karena pengisiannya ditentukan oleh responden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.

Kerugian teknik angket adalah :
1. Jika angket dikirimkan melalui pos, maka persentase yang dikembalikan relatif rendah.
2. angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis.
3. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan.

Pertanyaan – pertanyaan dalam insttrumen penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.
Pertanyaan terbuka adalah adalah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan dengan memberikan tanda, misalnya melingkari huruf di depan jawaban yang dipilih.

Keuntungan pertanyaan terbuka adalah memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan pandangannya. Kerugiannya adalah sulit mengolahnya karena harus membaca semua jawaban yang diberikan dan kemudian menggolong- golongkannya.

Keuntungan pertanyaan tertutup adalah mudah mengolahnya. Kerugiannya adalah tidak memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawabannya. Untuk mengatasi hal ini, biasany dibuat gabungan antara pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka, yaitu setelah diberikan semua pilihan jawaban, diberikan alternatif secara terbuka untuk menuliskan jawaban lainnya yaitu “ lain- lain “. Sebelum membuat jawaban- jawaban untuk pertanyaan tertutup, dapat dilakukan studi pendahuluan untuk mengetahui variasi jawaban yang mungkin diberikan oleh responden.

Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan untuk instrumen penelitian yaitu :
1. Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
2. Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda.
3. responden harus mapu menjawab.
4. Pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan harus relevan.
5. Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah yang terbaik.
6. Hindari pertanyaan, pernyataan, atau istilah yang bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pernyataan yang sugestif, yaitu yang mendorong responden untuk menjawab atau menanggapi kea rah tertentu.

Urutan pertanyaan juga perlu diperhatikan. Rubin dan Babbie ( 1989 ) menyarankan urutan yang berbeda antara angket dan wawancara.

Untuk angket, mereka menyarankan agar dimulai dengan pertanyaan – pertanyaan yang menarik dan tidak dengan pertanyaan – pertanyaan yang sensitif atau yang sangat pribadi. Sedangkan pertanyaan – pertanyaan untuk identitas, disarankan untuk ditanyakan pada bagian terakhir.

Untuk wawancara, pertama kali perlu dijalin hubungan baik dengan responden. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan penelitian, tanyakanlah data tentang identitas yang mudah dijawab. Selanjutnya, secara bertahap menanyakan pertanyaan – pertanyaan yang lebih sulit atau mendalam.

Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya. Perlu jjuga dilampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah berprangko cukup


B. WAWANCARA

Wawancara atau interview adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara ( pengumpul data ) kepada responden, dan jawaban- jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam ( tape recorder ). Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis, termasuk anak- anak.
Wawancara juga dapat dilakukan dengan telepon.

Keuntungan wawancara adalah sebagai berikut :
1. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan
menulis.
2. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskan.
3. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan
pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak – gerik responden. Yang terakhir ini tidak dapat dilakukan apabila wawancara dilakukan melalui telepon.

Kerugian wawancara adalah sebagai berikut :
1. Wawancara memerlukan biaya yang sangat besar untuk perjalanan dan uang harian
pengumpul data.
2. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
3. Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.

Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagai interview scheduled. Sedangkan catatan garis besar tentang pokok – pokok yang akan ditanyakan disebut sebagai pedoman wawancara ( interview guide ).

Dalam wawancara, peranan pewawancara untuk memperoleh kerja sama dengan responden sangat penting. Responden perlu diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian dan responden mempunyai hak untuk tidak bersedia menjadi responden sebelum wawancara dilakukan.

Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama yang baik dari responden, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Penampilan fisik
2. Sikap dan tingkah laku pewawancara
3. Identitas
4. Persiapan

Dalam melakukan wawancara, perlu diingat bahwa pewawancara ingin mengetahui sikap dan pendapat responden. Ini berarti bahwa pewawancara harus bersikap netral dan tidak mengarahkan jawaban atau tanggapan responden

Apabila jawaban atau tanggapan responden tidak jelas untuk dimasukkan ke dalam kategori yang mana dari sejumlah yang sudah disediakan, pewawancara jangan mencoba menggolongkannya sendiri. Sebaiknya pewawancara mengulangi jawaban atau tanggapan yang diberikan responden dan kemudian menanyakan kepada responden kategori mana yang menurut responden paling sesuai untuk jawaban atau tanggapannya tersebut. Pewawancara harus sudah menguasai instrumen penelitian agar perhatiannya tidak terpusat pada instrumen saja, yang dapat mengganggu hubungan yang sudah terjalin antara pewawancara dan responden.


C. OBSERVASI
Observasi atau pengamatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran.

Keuntungan observasi yaitu :
1. data yang diperoleh adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku.
2. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

Kerugian observasi yaitu :
1. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
2. Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku criminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.Untuk tingkah laku seperti ini, masih mungkin diperoleh data melalui wawancara.

Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan – kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi :
1. Observasi partisipan ( Participant observation )
Dalam observasi partisipan, pengamat ikut serta dalam kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang diamati, seolah – olah merupakan bagian dari mereka. Sementara pengamat terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang dilakukan subjek penelitian, ia tetap waspada untuk mengamati kemunculan tingkah laku tertentu.
2. Observasi tak partisipan ( nonparticipant observation )
Dalam observasi tak partisipan, pengamat berada di luar subjek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan – kegiatan yang mereka lakukan. Dengan demikian, pengamat akan lebih mudah mengamati kemunculan tingkah laku yang diharapkan.

Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
1. Observasi tak berstruktur
Dalam observasi tak berstruktur, pengamat tidak membawa catatan tentang tingkah laku apa saja yang secara khusus akan diamati. Ia akan mengamati arus peristiwa dan mencatatnya atau meringkasnya untuk kemudian dianalisis. Observasi tak berstruktur ini biasanya dilakukan dengan observasi partisipan. Pencatatan dilakukan segera setelah pengamat tidak terlibat lagi dengan kegiatan – kegiatan subjek penelitian, sebab pencatatan yang dilakukan pada saat pengamat masih terlibat dalam kegiatan – kegiatan bersama subjek penelitian akan dapat mempengaruhi tingkah laku mereka.
2. Observasi berstruktur
Observasi berstruktur digunakan apabila peneliti memusatkan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati.


D. STUDI DOKUMENTASI

Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi.
Dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen primer, jika dokumen ini ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa. Dan dokumen sekunder, jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang lain. Otobiografi adalah contoh dokumen primer dan biografi seseorang adalah contoh dokumen sekunder.
Dokumen dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus ( case records ) dalam pekerjaan social dan dokumen lainnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dokumen – dokumen ini ditulis tidak untuk tujuan penelitian sehingga penggunaannya memerlukan pencermatan.

Beberapa keuntungan studi dokumentasi adalah :
1. Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau seperti para pejabat, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian.
2. takreatif
3. analisis longitudinal
4. besar sample

Beberapa kerugian studi dokumentasi adalah :
1. Bias
2. Tersedia secara selektif
3. Tidak lengkap
4. Format yang tidak baku


sumber :metode penelitian sosial Dr. Irawan Soehartono terbitan tahun 1995
penerbit : PT. Remaja rosck bar
Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 merupakan Pesta Olahraga Asia Tenggara yang diselenggarakan di selama 12 Hari di Jakarta dan Palembang, Indonesia, pada 11-22 November 2011.

Jakarta sudah pernah menyelenggarakan SEA Games 3 kali, yaitu pada tahun 1979, 1987, dan 1997. Palembang akan menjadi kota ketiga yang menyelenggarakan SEA Games di luar ibu kota negara setelah Chiang Mai dan Nakhon Ratchasima, Thailand.

Juara umum Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 ke-26 adalah Indonesia.
Palembang sendiri dipilih menjadi tuan rumah utama SEA Games XXVI berdasarkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menilai atas Palembang merupakan kota yang paling bersemangat dengan disertai kesiapan fasilitas gelanggang olahraganya.

Pada awalnya pemerintah mengumumkan bahwa SEA Games 2011 akan digelar di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan Sumatera Selatan. Bandung dan Semarang dipilih menjadi nominasi tuan rumah SEA Games 2011 menyusul janji Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla ketika pemilihan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2012. Namun, untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, Ketua KOI dan KONI, Rita Subowo, menunjuk 2 kota lain, yaitu Jakarta dan Palembang sebagai supporting hosts. Akan tetapi gagasan penyelenggaraan di empat provinsi ini akhirnya ditinggalkan, dan tuan rumah diberikan hanya kepada Palembang dan Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyarankan dua provinsi cukup untuk menggelar SEA Games 2011 Indonesia, dengan alasan untuk mengurangi biaya operasional, serta mempermudah koordinasi penyelenggaraan
Maskot resmi SEA Games 2011 ini adalah Modo dan Modi, sepasang komodo. Maskot ini diadopsi dari binatang komodo sebagai hewan purba endemik kebanggaan Indonesia, yang terdapat di Taman Nasional Komodo, meliputi pulau Komodo, pulau Rinca, dan pulau Padar, Nusa Tenggara Timur. Modo adalah komodo jantan yang mengenakan kostum tradisional Indonesia berwarna biru dengan selempang sarung batik. Sementara, Modi adalah komodo betina yang mengenakan kebaya merah juga dengan selendang dan kain batik. "Modo" adalah singkat dari nama Komodo, sementara "Modo-Modi" adalah ejaan modifikasi dari Muda-Mudi yang berarti "pemuda-pemudi", dalam bahasa Indonesia yang berarti remaja-remaja Indonesia. Modo dan Modi ini mempunyai sifat pekerja keras, jujur, adil, ramah, bersahabat, dan sportif. Sifat Modo dan Modi yang serba positif dan mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia ini diharapkan dapat melestarikan keharmonisan kerjasama dan persahabatan sesama negara peserta SEA Games. Maskot ini telah diperkenalkan tepat 200 hari sebelum SEA Games XXVI yaitu pada hari Senin, 25 April 2011 di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, dan di Monumen Selamat Datang di Jakarta Pusat.

Sebelumnya, pemerintah Palembang telah memilih gajah sumatera sebagai maskot melalui sebuah sayembara terbuka, tapi ada saran dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan KONI untuk menggunakan burung Rajawali. Setelah terpilihnya komodo, maka gagasan maskot gajah sumatera maupun rajawali disingkirkan. Keputusan untuk memilih Komodo sebagai maskot SEA Games 2011 ini, dipilih sebagai upaya Indonesia untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai kandidat Tujuh Keajaiban Alam Dunia.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Asia_Tenggara_2011

menghemat uang dengan cara ku...

Mengatur uang dengan cara memprioritaskan kebutuhan itu penting agar keuangan kita tidak cepat habis dan membuat kita tidak boros dalam menggunakan uang. Karena anak- anak jaman sekarang sering kali boros dalam menggunakan uang. Mereka seperti itu karena mereka tidak merasakan susahnya mencari uang. Dahulu saat saya masih SMP atau SMA jika dikasih uang selalu saja habis, itu karena saya masih belum bisa untuk mengatur keuangan saya dengan cara memprioritaskan kebutuhan saya. Tetapi setelah masuk kuliah saya diajarkan untuk mengatur keuangan saya walaupun saya dikasih uang nya harian tidak bulanan. Dengan dikasih uang harian itu saya menyisihkan sedikit uang untuk ditabung. Walaupun hanya sedikit tetapi lama kelamaan uang itu akan menjadi banyak jika saya rutin menabungnya. Walaupun menabungnya hanya dua ribu atau lima ribu. Dan uang tersebut saya gunakan untuk kebutuhan – kebutuhan saya, agar saya tidak merepotkan orang tua dengan meminta – minta uang lagi. Dan disamping itu saya juga berusaha untuk tidak boros dalam menjajankan uang saya. Jika menurut saya itu tidak terlalu penting, saya berusaha untuk tidak membelinya. Karena itu akan membuat saya menjadi orang yang boros. Karena bapak saya sudah pensiun jadi saya selalu diingatkan oleh ibu saya untuk mengontrol keuangan saya jangan terlalu kebanyakan jajan. Karena saya belum pernah dikasih uang dalam bentuk uang bulanan, jadi saya belum pernah merasakan mengatur uang yang dalam bentuk uang bulanan. Mungkin mengatur uang harian lebih mudah dibandingkan uang bulanan. Kalau seandainya saya disuruh untuk mengatur uang bulanan, saya harus benar- benar mengatur uang tersebut agar cukup untuk sebulan atau bahkan lebih baik lagi jika uang tersebut sisa lebih. Kalau dari kecil sudah diajarkan untuk mengatur uang, maka saat sudah kerja nanti saat mendapatkan gaji sudah tidak kaget lagi untuk mengatur uang tersebut untuk apa- apa saja. Apalagi saat sudah berkeluarga, perempuan sangat diharapkan untuk bisa mengatur keuangan keluarga nya. Jika mengatur keuangan sendiri saja tidak bisa apalagi untuk mengatur keuangan keluarga nanti. Jadi belajarlah mengatur uang sejak dini, agar uang tidak dapat menguasai diri kita dan kita tidak bersifat boros.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

A. ANGKET

Angket ( Self – administered questionnaire ) adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan ( respons ) atas atau menjawab pertanyaan- pertanyaan yang diajukan. Untuk dapat menggunakan teknik ini, tentu saja para responden harus mempunyai tingkat pendidikan yang memadai umtuk dapat membaca dan menuliskan jawabannya.

Keuntungan teknik angket adalah :
1. Angket dapat menjangkau sample dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos.
2. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah.
3. Angket tidak terlalu menggangu responden Karena pengisiannya ditentukan oleh responden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.

Kerugian teknik angket adalah :
1. Jika angket dikirimkan melalui pos, maka persentase yang dikembalikan relatif rendah.
2. angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang bisa membaca dan menulis.
3. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan.

Pertanyaan – pertanyaan dalam insttrumen penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.
Pertanyaan terbuka adalah adalah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan dengan memberikan tanda, misalnya melingkari huruf di depan jawaban yang dipilih.

Keuntungan pertanyaan terbuka adalah memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan pandangannya. Kerugiannya adalah sulit mengolahnya karena harus membaca semua jawaban yang diberikan dan kemudian menggolong- golongkannya.

Keuntungan pertanyaan tertutup adalah mudah mengolahnya. Kerugiannya adalah tidak memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawabannya. Untuk mengatasi hal ini, biasany dibuat gabungan antara pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka, yaitu setelah diberikan semua pilihan jawaban, diberikan alternatif secara terbuka untuk menuliskan jawaban lainnya yaitu “ lain- lain “. Sebelum membuat jawaban- jawaban untuk pertanyaan tertutup, dapat dilakukan studi pendahuluan untuk mengetahui variasi jawaban yang mungkin diberikan oleh responden.

Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan untuk instrumen penelitian yaitu :
1. Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
2. Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda.
3. responden harus mapu menjawab.
4. Pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan harus relevan.
5. Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah yang terbaik.
6. Hindari pertanyaan, pernyataan, atau istilah yang bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pernyataan yang sugestif, yaitu yang mendorong responden untuk menjawab atau menanggapi kea rah tertentu.

Urutan pertanyaan juga perlu diperhatikan. Rubin dan Babbie ( 1989 ) menyarankan urutan yang berbeda antara angket dan wawancara.

Untuk angket, mereka menyarankan agar dimulai dengan pertanyaan – pertanyaan yang menarik dan tidak dengan pertanyaan – pertanyaan yang sensitif atau yang sangat pribadi. Sedangkan pertanyaan – pertanyaan untuk identitas, disarankan untuk ditanyakan pada bagian terakhir.

Untuk wawancara, pertama kali perlu dijalin hubungan baik dengan responden. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan penelitian, tanyakanlah data tentang identitas yang mudah dijawab. Selanjutnya, secara bertahap menanyakan pertanyaan – pertanyaan yang lebih sulit atau mendalam.

Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya. Perlu jjuga dilampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah berprangko cukup


B. WAWANCARA

Wawancara atau interview adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara ( pengumpul data ) kepada responden, dan jawaban- jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam ( tape recorder ). Teknik wawancara dapat digunakan pada responden yang buta huruf atau tidak terbiasa membaca dan menulis, termasuk anak- anak.
Wawancara juga dapat dilakukan dengan telepon.

Keuntungan wawancara adalah sebagai berikut :
1. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan
menulis.
2. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskan.
3. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan
pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak – gerik responden. Yang terakhir ini tidak dapat dilakukan apabila wawancara dilakukan melalui telepon.

Kerugian wawancara adalah sebagai berikut :
1. Wawancara memerlukan biaya yang sangat besar untuk perjalanan dan uang harian
pengumpul data.
2. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
3. Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.

Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagai interview scheduled. Sedangkan catatan garis besar tentang pokok – pokok yang akan ditanyakan disebut sebagai pedoman wawancara ( interview guide ).

Dalam wawancara, peranan pewawancara untuk memperoleh kerja sama dengan responden sangat penting. Responden perlu diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan penelitian dan responden mempunyai hak untuk tidak bersedia menjadi responden sebelum wawancara dilakukan.

Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama yang baik dari responden, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Penampilan fisik
2. Sikap dan tingkah laku pewawancara
3. Identitas
4. Persiapan

Dalam melakukan wawancara, perlu diingat bahwa pewawancara ingin mengetahui sikap dan pendapat responden. Ini berarti bahwa pewawancara harus bersikap netral dan tidak mengarahkan jawaban atau tanggapan responden

Apabila jawaban atau tanggapan responden tidak jelas untuk dimasukkan ke dalam kategori yang mana dari sejumlah yang sudah disediakan, pewawancara jangan mencoba menggolongkannya sendiri. Sebaiknya pewawancara mengulangi jawaban atau tanggapan yang diberikan responden dan kemudian menanyakan kepada responden kategori mana yang menurut responden paling sesuai untuk jawaban atau tanggapannya tersebut. Pewawancara harus sudah menguasai instrumen penelitian agar perhatiannya tidak terpusat pada instrumen saja, yang dapat mengganggu hubungan yang sudah terjalin antara pewawancara dan responden.


C. OBSERVASI
Observasi atau pengamatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran.

Keuntungan observasi yaitu :
1. data yang diperoleh adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku.
2. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

Kerugian observasi yaitu :
1. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
2. Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku criminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.Untuk tingkah laku seperti ini, masih mungkin diperoleh data melalui wawancara.

Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan – kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi :
1. Observasi partisipan ( Participant observation )
Dalam observasi partisipan, pengamat ikut serta dalam kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang diamati, seolah – olah merupakan bagian dari mereka. Sementara pengamat terlibat dalam kegiatan – kegiatan yang dilakukan subjek penelitian, ia tetap waspada untuk mengamati kemunculan tingkah laku tertentu.
2. Observasi tak partisipan ( nonparticipant observation )
Dalam observasi tak partisipan, pengamat berada di luar subjek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan – kegiatan yang mereka lakukan. Dengan demikian, pengamat akan lebih mudah mengamati kemunculan tingkah laku yang diharapkan.

Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
1. Observasi tak berstruktur
Dalam observasi tak berstruktur, pengamat tidak membawa catatan tentang tingkah laku apa saja yang secara khusus akan diamati. Ia akan mengamati arus peristiwa dan mencatatnya atau meringkasnya untuk kemudian dianalisis. Observasi tak berstruktur ini biasanya dilakukan dengan observasi partisipan. Pencatatan dilakukan segera setelah pengamat tidak terlibat lagi dengan kegiatan – kegiatan subjek penelitian, sebab pencatatan yang dilakukan pada saat pengamat masih terlibat dalam kegiatan – kegiatan bersama subjek penelitian akan dapat mempengaruhi tingkah laku mereka.
2. Observasi berstruktur
Observasi berstruktur digunakan apabila peneliti memusatkan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati.


D. STUDI DOKUMENTASI

Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi.
Dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen primer, jika dokumen ini ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa. Dan dokumen sekunder, jika peristiwa dilaporkan kepada orang lain yang selanjutnya ditulis oleh orang lain. Otobiografi adalah contoh dokumen primer dan biografi seseorang adalah contoh dokumen sekunder.
Dokumen dapat berupa buku harian, surat pribadi, laporan, notulen rapat, catatan kasus ( case records ) dalam pekerjaan social dan dokumen lainnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dokumen – dokumen ini ditulis tidak untuk tujuan penelitian sehingga penggunaannya memerlukan pencermatan.

Beberapa keuntungan studi dokumentasi adalah :
1. Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau seperti para pejabat, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian.
2. takreatif
3. analisis longitudinal
4. besar sample

Beberapa kerugian studi dokumentasi adalah :
1. Bias
2. Tersedia secara selektif
3. Tidak lengkap
4. Format yang tidak baku